Bandara Semarang Bertaraf Internasional, DPRD Jateng Tekankan Pelayanan dan Destinasi

No Comments

dpwpkbjateng.id – Semarang – Bandara Ahmad Yani Senarang secara resmi kembali memperoleh status bandara internasional sejak 25 April 2025, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025.

Sebelumnya, pada 2 April 2024, status internasional bandara ini sempat dicabut oleh Kementerian Perhubungan, menjadikannya hanya melayani penerbangan domestik dan kargo terbatas.

Penerbangan luar negeri perdana dengan rute Semarang–Kuala Lumpur oleh maskapai AirAsia yang dimulai 4 September lalu menandai kembalinya bandara ini sebagai gerbang internasional, dengan frekuensi penerbangan tujuh kali dalam sepekan.

Menanggapi hal itu, Ulil Albab, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, menyampaikan apresiasi sekaligus evaluasi. Menurutnya, kembalinya status internasional harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan agar sesuai standar global.

“Dengan dibukanya kembali status Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang adalah wajah Jawa Tengah di mata dunia. Kalau kita ingin bersaing, pelayanan tidak boleh setengah – setengah. Harus ada evaluasi menyeluruh mulai dari fasilitas ruang tunggu, imigrasi, keamanan, hingga transportasi publik yang cepat dan terintegrasi,” tegas Ulil, Sabtu (6/1/2025) kepada pemberitaan Fraksi PKB Jateng.

Wakil Ketua Fraksi PKB ini menambahkan, keberadaan Bandara Ahmad Yani tidak boleh hanya dimaknai sebagai pintu keluar masyarakat Jawa Tengah menuju luar negeri saja, tetapi juga harus menjadi pintu masuk bagi wisatawan, pebisnis, dan investor mancanegara.

“Kalau bandara hanya melayani penumpang keluar negeri, manfaatnya tidak maksimal. Yang penting justru bagaimana wisatawan asing mau datang ke Jawa Tengah, menikmati pariwisata, dan berinvestasi di sini,” ujar politisi PKB dapil Jepara, Demak dan Kudus ini.

Selain rute ke Kuala Lumpur, sejumlah penerbangan internasional lain tengah dipersiapkan. Maskapai Scoot berencana membuka jalur ke Singapura, sementara Malindo menambah frekuensi ke Kuala Lumpur pada Oktober – November mendatang. Bandara Ahmad Yani Semarang juga menjajaki penerbangan langsung ke Tiongkok dan Arab Saudi, seiring rencana perpanjangan landasan pacu agar bisa melayani pesawat berbadan besar.

Menurut Ulil, momentum ini harus dioptimalkan dengan menyiapkan Jawa Tengah sebagai destinasi internasional. “Kita punya potensi wisata budaya, alam, dan kuliner yang tidak kalah dengan daerah lain. Dengan akses langsung dari luar negeri, Jawa Tengah harus siap menjadi tujuan utama wisatawan internasional,” jelasnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, dan sektor pariwisata sangat penting.

“Jangan hanya bangga dengan label internasional. Yang lebih penting adalah memastikan manfaatnya terasa langsung bagi masyarakat, baik dari sisi pariwisata, ekonomi, maupun kerja sama bisnis,” pungkasnya.

(Irfan Rosyadi)

DPRD Jateng, DPW PKB Jateng, Fraksi PKB Jateng, Jawa Tengah, PKB

Leave a Comment