Semarang – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menggelar Konsolidasi Tim Media se-Jawa Tengah pada 3–4 Maret 2026 di Aula BPSDM Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang.
Forum dua hari ini menjadi langkah strategis partai dalam memperkuat infrastruktur komunikasi politik berbasis digital sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai garda terdepan narasi partai.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dewan Pimpinan Pusat PKB, yakni Wakil Sekretaris DPP PKB sekaligus Ketua Lembaga Kaderisasi Nasional, Zainul Munasichin, serta perwakilan dari Garda Semesta DPP PKB. Selain itu, konsultan politik dari Indekstat, Saiful Mujab, turut memberikan pemaparan mengenai peta politik nasional dan dinamika perilaku pemilih.
Dalam arahannya, Zainul menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi partai politik. Ia menyebut perjuangan politik hari ini berlangsung di dua ruang sekaligus: ruang nyata dan ruang digital.
“Komitmen kita membangun partai modern harus diwujudkan dengan penguatan kapasitas tim media. Dunia digital adalah arena pertarungan gagasan. Di sanalah opini publik dibentuk dan kepercayaan dibangun,” ujarnya.
Menurut dia, kaderisasi di era sekarang tidak cukup hanya memahami ideologi dan struktur organisasi. Kader juga dituntut cakap membaca algoritma media sosial, memahami manajemen isu, serta mampu menyampaikan pesan politik secara kreatif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Saiful Mujani memaparkan bahwa konsep pemenangan politik terus berubah dari waktu ke waktu. Ia menyoroti bagaimana pada pemilu terakhir, tren menunjukkan media digital memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi pemilih, terutama dikalangan muda.
“Data memperlihatkan bahwa eksposur dan framing di media sosial sangat memengaruhi persepsi publik.
Partai yang mampu mengelola narasi secara konsisten dan berbasis data akan memiliki daya saing lebih kuat,” katanya.
Ia menambahkan, generasi Z merupakan ceruk pemilih yang strategis. Pendekatan terhadap segmen ini, kata dia, harus mengedepankan autentisitas, relevansi isu, dan kedekatan emosional.
Konsolidasi ini memang didominasi peserta dari kalangan anak muda. Tim media dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah hadir dengan latar belakang kreator konten, desainer grafis, videografer, hingga pengelola media sosial.
Mereka dinilai memiliki modal literasi digital yang kuat dan kecepatan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Pada sesi penutup, para peserta dikukuhkan secara simbolis oleh Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah.
Dalam sambutannya, Sarif mengajak generasi muda untuk tidak alergi terhadap politik.
“Kita harus menatap masa depan dengan keyakinan. Politik itu berkah jika dijalankan dengan niat baik dan untuk kemaslahatan. Jangan biarkan ruang publik dikuasai narasi pesimisme. Anak muda harus hadir membawa harapan,” ujarnya.
Sarif juga menekankan pentingnya soliditas dan etika dalam kerja-kerja media. Kecepatan produksi informasi, kata dia, harus diimbangi dengan akurasi dan tanggung jawab moral.
“Tim media bukan sekadar pembuat konten. Kalian adalah penjaga marwah partai di ruang digital. Bangun optimisme, rawat persatuan, dan pastikan setiap pesan yang disampaikan mencerminkan nilai perjuangan PKB,” tuturnya.
Ia memotivasi para peserta agar menjadikan momentum konsolidasi ini sebagai titik tolak membangun jejaring komunikasi yang terintegrasi dari tingkat wilayah hingga daerah.
Dengan penguatan kapasitas dan koordinasi yang solid, PKB Jawa Tengah menargetkan mampu tampil lebih progresif dalam merespons isu-isu publik dan kontestasi politik ke depan.
Melalui konsolidasi ini, PKB Jawa Tengah menegaskan arah transformasinya sebagai partai yang adaptif terhadap perkembangan zaman memadukan kekuatan struktur organisasi dengan kecakapan digital generasi muda dalam membangun komunikasi politik yang inklusif, modern, dan berbasis gagasan.
