Rawa Pening Kekayaan Alam Yang Harus Dikelola sebagai Potensi Unggulan Jawa Tengah

No Comments

dpwpkbjateng – Kabupaten Semarang – Rawa Pening, danau alami seluas kurang lebih 2.670 hektare yang terletak di Kabupaten Semarang bukan hanya menyuguhkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga memiliki peran vital dalam mendukung kehidupan masyarakat sekitar.

Potensi besar ini seharusnya dapat dioptimalkan sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus pusat konservasi dan ekonomi rakyat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kholid Abdillah, menegaskan bahwa Rawa Pening adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa bagi masyarakat Jawa Tengah, yang harus dikelola secara serius, terpadu, dan berkelanjutan.

“Rawa Pening ini bukan sekadar danau. Ia adalah anugerah dari Tuhan untuk rakyat Jawa Tengah. Keindahan alamnya luar biasa, tapi lebih dari itu, Rawa Pening menyuplai air untuk puluhan ribu hektare sawah di Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Ini menyangkut hajat hidup petani kita,” ujar Khalid, Minggu (3/8/2025).

Berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, Rawa Pening menyuplai kebutuhan pengairan untuk lebih dari 13.500 hektare sawah, yang tersebar di wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, hingga sebagian daerah di Kabupaten Grobogan dan Salatiga. Rawa ini juga menjadi bagian penting dari sistem irigasi sungai Tuntang dan sungai Jragung.

Selain fungsi irigasi, Rawa Pening juga berperan sebagai pengendali banjir, penyedia cadangan air baku, serta habitat bagi keanekaragaman hayati seperti ikan lokal, burung air, dan tumbuhan endemik.

Sayangnya, menurut Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng ini, potensi besar itu belum dikelola secara maksimal. Ia menyoroti lemahnya penataan kawasan wisata, pencemaran air, dan penyebaran eceng gondok yang terus mengancam keberlangsungan ekosistem Rawa Pening.

“Ini bukan hanya tentang potensi wisata, tapi soal sumberdaya ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi rakyat. Rawa Pening harus menjadi prioritas dalam pembangunan. Jangan hanya dibiarkan tumbuh eceng gondok, sementara rakyat butuh irigasi dan penghidupan dari danau ini,” tegasnya.

Politisi PKB asal Patebon Kendal ini mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta partisipasi aktif masyarakat lokal dan investor swasta dalam membangun kawasan Rawa Pening sebagai ekowisata terintegrasi, dengan tetap menjaga fungsi ekologis dan budayanya.

Lebih lanjut menurut legislator PKB daerah pemilihan Kab Semarang, Kota Salatiga dan Kendal yang juga menjabat Ketua Badan Partai Garda Bangsa Jateng ini mengusulkan alokasi anggaran untuk revitalisasi Rawa Pening dimasukkan dalam perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Tengah maupun APBN berikutnya, termasuk dukungan infrastruktur, pengendalian gulma air, serta program pemberdayaan UMKM berbasis wisata dan produk lokal.

Dengan pengelolaan yang baik, Rawa Pening tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Semarang, tetapi juga simbol bagaimana alam dan manusia bisa hidup berdampingan dan saling menguatkan.

“Kalau kita kelola dengan benar, Rawa Pening bukan hanya menjadi ikon wisata, tapi juga pilar ketahanan ekologi dan ekonomi masyarakat Jawa Tengah,” Pungkas Kholid.

(Irfan Rosyadi)

DPRD Jateng, DPW PKB Jateng, Fraksi PKB Jateng, Jawa Tengah, PKB

Leave a Comment